CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Rabu, 27 Mei 2009

PROSES OPERASI DI DALAM KILANG MINYAK


Gambar ini memperlihatkan diagram dari proses-proses yang umum berlangsung di dalam kilang minyak. Sumber: UOP

Minyak mentah yang baru dipompakan ke luar dari tanah dan belum diproses umumnya tidak begitu bermanfaat. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, minyak mentah tersebut harus diproses terlebih dahulu di dalam kilang minyak.

Minyak mentah merupakan campuran yang amat kompleks yang tersusun dari berbagai senyawa hidrokarbon. Di dalam kilang minyak tersebut, minyak mentah akan mengalami sejumlah proses yang akan memurnikan dan mengubah struktur dan komposisinya sehingga diperoleh produk yang bermanfaat.

Secara garis besar, proses yang berlangsung di dalam kilang minyak dapat digolongkan menjadi 5 bagian, yaitu:

  • Proses Distilasi, yaitu proses penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih; Proses ini berlangsung di Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Destilasi Vakum.
  • Proses Konversi, yaitu proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon. Termasuk dalam proses ini adalah:
  • Proses Pengolahan (treatment). Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
  • Formulasi dan Pencampuran (Blending), yaitu proses pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan spesikasi tertentu.
  • Proses-proses lainnya, antara lain meliputi: pengolahan limbah, proses penghilangan air asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery), proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses pendukung lainnya.

Minggu, 17 Mei 2009

RESIZE,SEPHIA,CROPPING??

Teknik Dasar Resize Image, Warna Sephia dan Menghilangkan Background

Resize image bisa digunakan buat membesarkan atau mengecilkan image. Untuk mengubah image dari besar ke kecil tentunya gak ada masalah di hasilnya nanti.. karena kualitas dari image besar lebih bagus.. nah kalo kebalikannya? pasti lah bermasalah.. soalnya image bisa dipastikan berkualitas jelek.. kecuali image yang memiliki resolusi besar. Gimana kalo kita memiliki image kecil (resolusi 72 px) trus diganti menjadi 300 px? image yang dihasilkan membesar tapi kualitas nya gak bagus. Saya pernah pake software buat membesarkan image tanpa pecah.. tapi lupa namanya.. hehehe.. nanti kalo udah nemu pasti diposting deh.

Sekarang.. gimana cara nya resize image? …

Misalkan kita punya gambar besar ukuran 1000 pixel x 1000 pixel ke atas, dengan resolusi 300 px.

1

Klik Zoom tool atau tekan tombol Z. Klik kanan di area gambar pilih actual pixel.

2

Hasilnya seperti ini :

3

Klik Image > image size , terlihat ukuran file asli :

4

Kita ubah menjadi :

5

kalo kita ubah resolusi nya otomatis weight dan height nya berubah juga.. karena Resample Image nya di contreng. Nanti otak atik sendiri aja ya..

72 pixel itu resolusi standard website. jadi kalo lebih dari 72 px biasanya lambat banget di akses nya.

hasilnya :

6

Ini hasil resize image. Save ke JPG.. ukuran file nya juga pasti menyusut.

Membuat Warna Sephia

Lanjutin dengan gambar yang tadi ya..

Untuk membuat warna sephia, cukup menggunakan Hue/Saturation..

Klik Image > Adjustment > hue/saturation

7

Hasilnya :

8

Coba otak-atik lagi dengan menggeser slider nya .. Selamat mencoba..

Menghilangkan Background

Seleksi objek gambar menggunakan polyonal lasso tool. Untuk gambar ini digunakan seleksi manual, soalnya warna background dan gambar nyaris sama. Bagian ini dibutuhkan kesabaran.. hehehe.. jadi selain buat design, photoshop bisa digunakan buat latihan sabar.. (halah lebay) hehehe..

nah Kalo misal pas proses seleksi ada yang salah.. jangan diulang semua.. Tekan aja tombol BackSpace.

9

setelah selesai semua.. sekarang seleksi bagian rongga mata, hidung dan mulut si tengkorak. Tekan Tombol ALT untuk menambah seleksi di bagian dalam hasil seleksi tadi. Kalau kita tekan tombol ALT maka akan muncul tanda minus (-) di samping cursor. Ini juga membutuhkan kesabaran.. kalo perlu pake zoom tool untuk memperbesar bagian yang akan diseleksi.

101

Tambahan : untuk menyeleksi bagian luar tengkorak tekan tombol SHIFT.

hasil seleksi :

11

Karena yang mau dihapus adalah background nya..Kita harus seleksi bagian background nya dengan Inverse selection. klik Select > inverse

Supaya halus hasil nya gunakan Feather.. klik Select > feather ( untuk Photoshop CS2 ke bawah ) atau Select>modify> feather ( untuk photoshop CS3 ke atas)

12

Sekarang Duplikat Background layer dengan DRAG ( geser sambil menekan tombol mouse kiri) ke AddNew Layer.. Muncul layer Background COPY.

13

Sekarang Hapus Layer background dengan men DRAG ( ( geser sambil menekan tombol mouse kiri) Ke tombol Delete Layer ( gambar tong sampah)

14

sekarang tinggal layer Background Copy

15

Tekan Delete untuk menghapus seleksi Background tadi..

Hasilnya :

16

Tekan CTRL + D untuk menghilangkan Seleksi..

Setelah itu Save File dengan format : PNG atau GIF.. gambar PNG tadi siap dimasukan ke MS Word atau editan gambar lain..

Selamat Mencoba..

Kamis, 14 Mei 2009

AMBLESNYA DRILLING RIG DAN KAPAL PEMBORAN

Mungkin ada yg bertanya-tanya bagaiman sebuah drilling rig amblas masuk kedalam bumi. Padahal sepertinya kaki-kaki drilling rig tsb sudah menapak kuat pada tiang pancang dsb. Berikut foto-foto yg saya peroleh dari milist Migas-Indonesia (trims Mas Budi). Sekalian saya berikan sedikit penjelasan grafis bagaimana hal ini bisa terjadi.

Proses pengeboran diawali dengan mengebor bagian atas, “upacara” ini sering disebut dengan Spud atau Tajak. Pada saat tajak ini tentunya proses pengeboran masih sangat awal. Karena biasanya batuan paling atas itu seringkali tidak begitu keras, karena lapisan muda atau karena berupa batu yg sudah lapuk. Sehingga seringkali BOP belum dipasang. Dan casing atau selubung yang sudah dipasang-pun seringkali tidak disemen.

Dengan keterbatasan konstruksi sumur pada waktu awal ini tentusaja ada risiko-risiko yg harus ditanggung, misalnya gas-gas dangkal (shallow gas).

Berikut sebuah seri foto-foto tersebut. Tidak ada informasi lokasi pengeborannya tetapi kalau dilihat tanggalnya peristiwa ini terjadi bulan February 2006.

sinkingrig1.jpg

Foto 1. Tanggal 16 Februari 2006. Disini memperlihatkan bahwa anjungan yang sudah ambruk. Terlihat drillfloor (lantai pengeboran) yg relatif bersih, saya rasa tidak terjadi semburan lumpur keatas. Tidak ada lumpur yang menyembur seperti yang terjadi di Banjarpanji-1 Sidoarjo

sinkingrig2.jpg

Foto 2. tanggal 18 Februari 2006. Gambar ini menunjukkan kepala sumur (well head) yg masih utuh. Sepertinya memang tidak ada yg menyembur melalui lubang sumur itu sendiri. Mirip seperti di Sidoarjo dimana kepala sumurnya sendiri aman, namun terjadi semburan diluar lubang sumur.

sinkingrig3.jpg

Foto 3. Tanggal 19 Februari 2006. Drillfloor sudah tidak terlihat lagi, terlihat menaranya sudah ambruk dan sangat kotor. Diperkirakan terjadi semburan lumpur (air bercampur tanah).

sinkingrig4.jpg sinkingrig5.jpg

Foto 4 dan 5. Hampir semua peralatan pengeboran amblas tenggelam kedalam tanah. Hanya terlihat kepala sumur yg sekarang sudah sangat kotor akibat semburan lumpur. Biasanya lokasi ini akan selalu ditutup karena membahayakan.

Mengapa “Drilling Rig”nya bisa ambles ?

ugbo.jpgugbo_collapse.jpgKarena adanya semburan lewat kiri kanan lubang sumur, biasanya melewati ruang annulus (ruang antara dinding sumur dengan casing). Seperti yg disebut diatas karena masih dangkal ruang ini tidak disemen dan menjadikan ruang paling rawan dan paling lemah menahan tekanan. seburan dari bawah tidak dapat masuk ke lubang sumur akibat adanya lumpur pemboran.

Semburan yg berlangsung terus menerus ini akan mempengaruhi daya dukung tanah (bearing capacity). Karena daya dukungnya berkurang ini yang menyebabkan rig amblas tenggelam. Tanah dibawah karena bercampur dengan gas dan juga air, maka kan berubah menjadi lumpur yang sangat lunak.

Peristiwa amblesnya rig ini hanya berlangsung dalam 3-5 hari saja. Sehingga cukup cepat terjadinya. Mungkin bisa dibayangkan bahwa Drilling Rig yg dipergunakan mengebor sumur Banjarpanji-1 tentunya juga ketakutan mengalami hal ini. Sehingga terburu-buru dipindahkan. Tentunya harus disadari bahwa kehilangan perangkat pemboran (drilling rig) sudah merupakan bagian dari risiko mencari minyak.

Apabila kejadiannya si Laut, kejadian bahaya akan tenggelamnya fasilitas pemboran termasuk Drill Ship. Drill Ship (anjungan pengeboran dalam sebuah kapal) juga sangat mungkin tenggelam akibat semburan liar ini. Drillship adalah anjungan pengeboran sumur dalam (Deepwater Drilling Rig). Seperti yg terlihat dibawah ini sebuah Rig yg tenggelam akibat semburan gas.

Akibat adanya gas yg tercampur dengan air maka densitas dari air akan jauh berkurang. Dan kalau anda masih ingat hukum Arhimedes maka daya angkat air ini menjadi hilang atau berkurang akibat campuran gas. Arhimedes bilang bahwa daya angkat akan berbanding lurus atau sebanding dengan masaa benda cair yg dipindahkan. Massa ini tergantung dari berat jenisnya. Nah kalau air dicampur gas tentunya berat jenisnya sangat kecil dan daya angkatnya juga kecil. Hilangnya daya angkat inilah yg menyebabkan sebuah Drillship juga dapat tenggelam akibat semburan liar.

drillship.jpg

drilshipsink1.jpg

drilshipsink.jpg

Selasa, 12 Mei 2009

BATUAN BEKU




Contoh batuan beku; jalur yang berwarna lebih muda menunjukkan arah aliran lava

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.

Kamis, 07 Mei 2009

RIG PENGEBORAN


adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau deposit mineral bawah tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah (on shore) atau di atas laut/lepas pantai (off shore) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai dapat melakukan pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral, teknologi dan keekonomian tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial. Oleh karena itu, istilah "rig" mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran pada permukaan kerak Bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral.

Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk mengidentifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut.

Rig pengeboran dapat berukuran:

  • Kecil dan mudah dipindahkan, seperti yang digunakan dalam pengeboran eksplorasi mineral
  • Besar, mampu melakukan pengeboran hingga ribuan meter ke dalam kerak Bumi. Pompa lumpur yang besar digunakan untuk melakukan sirkulasi lumpur pengeboran melalui mata bor dan casing (selubung), untuk mendinginkan sekaligus mengambil "bagian tanah yang terpotong" selama sumur dibor.

Katrol di rig dapat mengangkat ratusan ton pipa. Peralatan lain dapat mendorong asam atau pasir ke dalam reservoir untuk mengambil contoh minyak dan mineral; akomodasi untuk kru yang bisa berjumlah ratusan. Rig lepas pantai dapat beroperasi ratusan hingga ribuan kilometer dari pinggir pantai.


Rabu, 06 Mei 2009

SEKILAS TENTANG GEOTHERMAL ENERGY



Energi geothermal berasal dari penguraian radioaktif di pusat Bumi, yang membuat Bumi panas dari dalam, dan dari matahari, yang membuat panas permukaan bumi. Dia dapat digunakan dengan tiga cara:

  • Listrik geothermal
  • pemanasan geothermal, melalui pipa ke dalam Bumi
  • pemanasan geothermal, melalui sebuah pompa panas.

Selasa, 05 Mei 2009

EKSPLORASI MINYAK BUMI

Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian hidrokarbon tersebut.

Perlu diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa wadah yang menyerupai danau, namum berada di dalam pori-pori batuan bercampur bersama air. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini

Kajian Geologi

Secara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah:

  • Batuan Sumber (Source Rock)

Yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih. batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang - cangkang fosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon.

  • Tekanan dan Temperatur

Untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.

  • Migrasi

Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.

  • Reservoar

Adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.

  • Perangkap (Trap)

Sangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan perangkap. tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di tempat itu saja. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali. Perangkap dalam hidrokarbon terbagi 2 yaitu perangkap struktur dan perangkap stratigrafi.

Kajian geologi merupakan kajian regional, jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi minyak bumi atau pun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya.

Kajian Geofisika

setelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda geologi dilakukan, dan hasilnya mengindikasikan potensi hidrokarbon, maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian geofisika. Pada tahapan ini metoda - metoda khusus digunakan untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi. Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan tersebut memiliki sifat - sifat sebagai batuan sumber, reservoar, dan batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. Metoda-metoda ini menggunakan prinsip-prinsip fisika yang digunakan sebagai aplikasi engineering.

Metoda tersebut adalah:

  1. Eksplorasi seismik
    Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan didalam bumi.
  2. Data resistiviti
    Prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan di isi oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas. Membedakan kandungan fluida didalam batuan salah satunya dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak, demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida didalam batuan daerah tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data resistiviti yang kita miliki.
  3. Data porositas
  4. Data berat jenis


Data ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang berbeda

Senin, 04 Mei 2009

WHAT DRILL COLLAR IS..

A component of a drillstring that provides weight on bit for drilling. Drill collars are thick-walled tubular pieces machined from solid bars of steel, usually plain carbon steel but sometimes of nonmagnetic nickel-copper alloy or other nonmagnetic premium alloys. The bars of steel are drilled from end to end to provide a passage to pumping drilling fluids through the collars. The outside diameter of the steel bars may be machined slightly to ensure roundness, and in some cases may be machined with helical grooves ("spiral collars"). Last, threaded connections, male on one end and female on the other, are cut so multiple collars can be screwed together along with other downhole tools to make a bottomhole assembly (BHA). Gravity acts on the large mass of the collars to provide the downward force needed for the bits to efficiently break rock. To accurately control the amount of force applied to the bit, the driller carefully monitors the surface weight measured while the bit is just off the bottom of the wellbore. Next, the drillstring (and the drill bit), is slowly and carefully lowered until it touches bottom. After that point, as the driller continues to lower the top of the drillstring, more and more weight is applied to the bit, and correspondingly less weight is measured as hanging at the surface. If the surface measurement shows 20,000 pounds [9080 kg] less weight than with the bit off bottom, then there should be 20,000 pounds force on the bit (in a vertical hole). Downhole MWD sensors measure weight-on-bit more accurately and transmit the data to the surface.

Minggu, 03 Mei 2009

UPDATES FROM PERTAMINA

Kebakaran Bekas Pipa Penyalur Minyak Mentah Operasi Kilang Plaju Berjalan Normal

Jakarta, Thursday, April 30 2009 (15:19)
PT Pertamina (Persero) mengkonfirmasikan telah terjadi kebakaran di bekas pipa penyalur minyak mentah di wilayah Sumatera Selatan. Kebakaran terjadi Rabu (29/4) pukul 15.00 WIB di jalur Pangabuan menuju KM 3 Plaju di Desa Ibul Becar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Lokasi berada di lahan gambut dan jauh dari pemukiman penduduk.
Penanganan kebakaran dilakukan oleh Tim Pertamina EP bersama dengan Tim Pertamina UP II Plaju dan UPMS III Palembang. Api kecil-kecil yang membakar semak-semak di lahan gambut sekitar kejadian berhasil dipadamkan pada pukul 23.00 WIB.

Kebakaran terjadi pada pipa yang sudah tidak dipergunakan lagi sejak beberapa tahun lalu sehingga operasi penyaluran minyak mentah dari Prabumulih ke Plaju tetap berjalan dengan lancar, tidak terganggu akibat kejadian tersebut. Dapat diinformasikan pula bahwa tidak timbul kerugian harta benda masyarakat, korban luka maupun jiwa akibat kejadian tersebut.

Penyebab kebakaran masih diselidiki petugas kepolisian dan Pertamina bekerjasama penuh dengan aparat terkait untuk mengamankan lokasi sekitar bekas kebakaran. Dalam waktu dekat Tim Pertamina akan segera melakukan upaya rehabilitasi lingkungan serta mengamankan pipa yang sudah tidak terpakai lagi.
Written by DIVISI KOMUNIKASI PERTAMINA

Sabtu, 02 Mei 2009

ROCKET ROCKERS BIOGRAPHY

It was all started in 1998. Our strongest line up are: Al Kautsar (vocal), Aska Pratama (guitar/vocal), Bisma Aria Nugraha (bass), Rizky Fadli (guitar), Khrisna a.k.a Ozom (Drums). We have 8 compilations and 3 full albums. Our first album "Soundtrack For Your Life" was putting out by Off The Records (an independent label from our hometownBandung) which has been sold more than 20.000 copies, and our 2nd album "Ras Bebas" now in major debut with Sony/BMG Indonesia and recently it was sold about 45.000 copies. But finally we resign from Sony/BMG and make our own records called "Reach & Rich Records" and we just released our 3rd album "Better Season" in June 2008.

We've been on skatepark tour all year with VOLCOM Indonesia, and play high school/college shows as many as possible. We've also opened Skin Of Tears show (punk rock from Germany) & MXPX (pop-punk from US). Anyhow, we are sponsored by the greatest skate/surf companies ever, Volcom and any products like Macbeth, Truth Custom Drums, and Peter Says Denim.

Our recent goal was big, hairy and scary; we want to change the face of music industry in our country. We're trying to write down the path for newer bands that they can reach their dreams if they work for it. Its like providing an intellectual property so that new young creative bands with hard work attitude wont reinventing the wheel. We would like to see more kids start to wear band t-shirt, start to skate and believe on their passion to live their own things. It's important to see kids which getting into more creative hype and do their best for their life and gives something back to their community. That's what great American bands do for a living, and it inspires us so much.

Big Love & Hope,
ROCKET ROCKFRIENDS

Powered By Blogger